Selasa, 26 April 2016

Makalah Kewirausahaaan

KATA PENGANTAR



Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan hidayahNya yang diberikan kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan  makalah ini yang berjudul”PENJUALAN DONAT UBI JALAR.
Penyelesaian makalah ini tidak terlepas dari bantuan teman-teman dan berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan rasa hormat yang mendalam penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Danar  Santoso S.kom dan teman-teman yang telah membantu berpartisipasi dalam menyelesaikan makalah.
            Semoga hasil dari makalah yang telah saya buat ini dapat bermanfaat bagi kita semua baik para pembaca dan juga generasi–generasi berikutnya maupun diri sendiri dan semoga makalah ini juga bisa dijadikan sumber ilmu bagi kita semua. Amin.

Pontianak,    11 mei 2012



















BAB I
PENDAHULUAN

A.          LATAR BELAKANG

Seiring perkembangan pasar saat ini,usaha pembuatan donat menarik untuk ditekuni,biasanya donat terbuat dari bahan dasar tepungterigu. Kebanyakan untuk memperoleh tepung terigu impor terlebih dahulu.Padahal sumber daya Indonesia sangat melimpah,misalnya ubi jalar. Ubi jalar ini dapat dibuat sebagai bahan donat karena teksturnya yang sangatlembut dan kandungan gizinya yang baik. Usaha donat dengan bahan yang berbeda perlu dibuat,selain untuk menambah variasi donat dan untuk memenuhi asupan gizi,terutama bagi penderita diabetes.Dengan alasan tersebut saya ingin membuat donat yang terbuat dariubi jalar dan tanaman herbal, dimana kandungan ubi jalar itu sendiri adalahprotein, lemak, karbohidrat, kalori, serat, abu, kalsium, fosfor, zat besi,karoten, vitamin B1, B2, C, dan asam nikotinat. yang bermanfaat sebagaitonik, menghentikan perdarahan dan mengatasi kencing manis (diabetesmellitus).Oleh karena itu saya tertarik untuk mendirikan usaha donat ubi jalar(donat telo) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan makanan praktis,bergizi, enak, berkualitas, halal dan terjangkau bagi seluruh lapisanmasyarakat. Di samping itu usaha dagang tersebut dapat menciptakanlapangan pekerjaan bagi seseorang yang belum memiliki pekerjaan.
Usaha yang dimaksudkan dalam makalah ini adalah usaha makanan donat yang menggunakan ubi jalar yaitu tanaman herbal yang baik bagi kesehatantanpa menggunakan bahan kimia dalam pembuatannya. Oleh karena itu,kami akan berusaha dan tetap optimis dengan produk yang akan kamiproduksi untuk dijual dimasyarakat dan akan laku di pasaran. Dengan usaha yang dimulai dengan sederhana ini, apabila kamiberhasil memasarkan dan usaha yang kami dirikan berkembang dan dikenaloleh masyarakat luas, maka untuk meningkatkan kemajuan dari produk kamiselanjutnya kami akan menambah proses produksi dan meningkatkankualitas dari produk kami sehingga dapat didistribusikan ke seluruh daerahdi Indonesia.
B.     MASALAH PENJUALAN
  1. Pengertian penjualan?
  2. Bagaimana cara pembuatan donat ubi jalar?
  3. Bagaimana tingkat modal pembuatan donat ubi jalar?
  4. Bagaimana penjualan donat ubi jalar agar pelanggan tetap tertarik untuk menkonsumsinya?

C.    TUJUAN PENJUALAN
Tujuan pendirian usaha donat telo ini adalah sebagai berikut :
  1. Menciptakan lapangan kerja bagi orang – orang yang tidak memilikipekerjaan sehingga turut mengurangi jumlah pengangguran
  2. Memenuhi kebutuhan masyarakat akan makanan praktis, bergizi enak,berkualitas, halal dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
  3. Meningkatkan nilai gizi donat dengan menggunakan ubi jalar yang kayaakan vitamin A, antocyanin dan antioksidan
  4. Mensejahterakan pekerja, dengan cara memberikan tips, uang lembur,upah yang layak, sehingga taraf hidup yang layak sebagai buruh dapatterpenuhi.
  5. Memperoleh keuntungan dari hasil penjualan produk kami sehinggadapat terus berjalan dan memiliki kualitas produk makanan yang baik dan dapat diunggulkan serta dibanggakan






D.    MANFAAT PENJUALAN
1.      bagi penjual
Untuk menciptakan lapangan perkerjaan sehingga memperoleh keuntungan ,Membuka lapangan pekerjaan bagi dan mengurangi jumlah pengangguran,Memperoleh keuntungan dengan penjualan donat ubi jalar (donat telo),Memberikan pelayanan yang memuaskan sehingga pelanggan menjadipuas dengan hasil produk kami,Mensejahterakan pekerja dengan cara memberikan tips, bonus, uanglembur, uang layak, sehingga taraf hidup bisa terpenuhi.

2.      Bagi pembeli

Donat bermanfat bagi pembeli karena dengan haraga nya yang terjangkau dan praktis serta donat ini mudah di dapat atau dibeli dimana saja.donat juga memiliki aneka rasa yang membuat pembeli dengan mudah memilih rasa mana yang mereka sukai.selain itu donat juga mengandung berbagai serat yang beguna untuk penganti beras serta membantu pertumbuhan bagi manusia.mengkosumsi donat tidak hanya merupakan makanan ringan atau penganti nasi tetapi juga dapat menyehat kan badan karna didalam donat tersebut mengandung berbagai vitamin dan mineral atau karbohidrat yang terdapat pada gandum dan ubi jalar tersebut.








BAB11
PEMBAHASAN
PROFIL USAHA


Nama Usaha : Donat Ubi Jalar (Donat Telo)
Pemilik Perusahaan : FUAD QODIRIYANTI
Bentuk Perusahaan : Industri Perumahan
Bidang Usaha : Produksi Makanan
Tempat / Lokasi Usaha : Jl. Basuki Rahmad Kec. Bojonegoro
Jumlah Tenaga Kerja : 6 orang
A.    Pengertian Penjualan
Penjualan adalah suatu usaha yang terpadu untuk mengembangkan rencana-rencana strategis yang diarahkan pada usaha pemuasan kebutuhan dan keinginan pembeli, guna mendapatkan penjualan yang menghasilkan laba (Marwan, 1991).
            Penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan, karena dari penjualan dapat di peroleh laba serta usaha memikat konsumen yang di usahakan untuk mengetahui daya tarik mereka sehingga dapat mengetahui hasil produk yang dihasilkan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan penjualan :
  1. kondisi dan kemampuan penjual.
Transaksi jual beli atau pemindahan hak milik secara komersial atas barang dan jasa itu prinsipnya melibatkan dua pihak, yaitu penjual sebagai pihak pertama dan pembeli sebagai pihak kedua .
  1. kondisi Pasar.
Pasar, sebagai kelompok pembeli atau pihak yang menjadi sasaran dalam penjualan, dapat pula mempengaruhi kegiatan penjualannya.
Factor-faktor kondisi pasar :
a.       jenis pasarnya
b.      kelompok pembeli atau segmen pasarnya
c.       daya belinya
d.      frekuensi pembelian
e.       keinginan dan kebutuhan
  1. Modal
Akan lebih sulit bagi penjualan barangnya apabila barang yang di jual tersebut belum dikenal oleh calon pembeli, atau apabila lokasi pembeli jauh dari tempat penjual.untuk melaksanakan maksud tersebut diperlukan adanya saran serta usaha.
      
  1. Kondisi Organisasi Perusahaan
Pada perusahaan besar biasanya masalah penjualan ini di tangani oleh bagian tersendiri (bagian penjualan ) yang dipegang orang-orang tertentu.

  1. faktor lain.
Faktor-faktor lain seperti periklanan, peragaan, kampanye, pemberian hadiah, sering mempengaruhi penjualan.
                                   







    1. Pembuatan Donat Ubi Jalar




  1. Bahan1.

a)      Terigu protein tinggi2.
b)      Ubi kuning kukus3.
c)      Ragi4.
d)     Telur5.
e)      Mentega6.
f)       Gula pasir7.
g)      Garam

  1. Alat1.

a)      Kompor gas 1 tungku + tabung gas + isi2.
b)      Mixer3.
c)      Loyang roti ukuran 40 x 60 cm4.
d)     Wajan besar
e)      Timbangan + gelas takar6.
f)       Baskom plastik c.

  1. Pembuatan1.

a)      Kukus ubi samapai matang, dibuat pasta dengan cara dihaluskan
b)      Dalam wadah, campur tepung terigu, gula, ragi instant, aduk rata,masukkan ubi halus dan kuning telur, uleni hingga rata dan setengahkalis.Masukkan garam dan air sedikit demi sedikit hingga menjadiadonan yang kalis.
c)      Beri mentega dan garam, uleni terus hingga kalis elastis. Istirahatkan15 menit.
d)     Bagi adonan, masing-masing 50 gr, bulatkan. Diamkan 20 menit,hingga mengembang
e)      Lubangi tengahnya, menjadi bentuk donat, segera goreng sampaikuning kecoklatan.
f)       Angkat, tiriskan. Taburi gula donat, atau hias dengan coklat
    1. Tingkat Modal Pembuatan ubi jalar
  1. Sumber Permasalahan Modal Usaha


  • Pemasukan yang kami peroleh adalah sebagai berikut :
  • Modal pribadi                                    Rp. 6.000.000,-
  • Pinjaman bank                                     Rp. 4.000.000,-
Jumlah                                                 Rp. 10.000.000,-



  1. Pengeluaran Pemakaian Modal Usaha
·    Pengeluaran Pra Operasional Perusahaan


Pembelian Bahan Produk 
Bahan Pokok                                   Rp. 1.500.000,-
Bahan Tambahan                              Rp. 184.000,-
Peralatan                                           Rp. 3.606.000,-
Jumlah                                              Rp. 6.290.000,-
  • Jumlah sisa saldo                               Rp. 3.710.000,-





  • Gaji karyawan :
Direktur                                                          Rp. 900.000,-
Staff Keuangan ( Pekerja bagian dalam )      Rp. 450.000,-
Staff Operasional ( Pekerja lapangan )           Rp. 450.000,-
Jumlah                                                           Rp. 1.800.000,-


  • Biaya tak terduga


  • Insentive karyawan
1 karyawan Rp. 3.000,- / hari
3 orang karyawan 3 x Rp. 3.000,- = Rp. 9.000
1 bulan = Rp. 9.000 x 30                                Rp. 270.000,-
Jumlah                                                           Rp. 2.670.000,-





  1. BUNGA BANKRp. 4.000.000 * 1 %              Rp. 40.000,-
  • Angsuran Bank Rp. 4.000.000,-/ 12 bulan     Rp. 480.000,-
  • Jadi angsuran bunga bank 12 bulan                Rp. 520.000,-
Jumlah pengeluaran perbulan                     Rp. 3.710.000,-

  1. LABA BERSIH PER BULAN
  • Jumlah keuntungan/bln Rp. 250.000 x 30 hari Rp. 7.500.000,-
  • Pengeluaran per bulan                                     Rp. 3.710.000,-
Laba bersih perbulan                                               Rp. 3.790.000,


  1. PENCAPAIAN BEP
  • Jumlah modal yang masuk                              Rp. 10.000.000,-
  • Laba bersih                                                      Rp. 3.790.000,-
  • Uang mencapai BEP atau balik modal adalah :
  •  Angka waktu = modal usaha / laba bersih
= Rp. 10.000.000,-/Rp.3.790.000,- = 3 bulan




E.     Cara Penjualan Donat Ubi Jalar Agar Pelanggan Tetap Tertarik Untuk Menkonsumsinya
Cara penjualan dobat ubi jalar ini menggunakan penjualan langsung
Penjualan Langsung) adalah :
Metode penjualan barang dan/atau jasa tertentu kepada konsumen dengan cara tatap muka di luar lokasi eceran tetap oleh jaringan pemasaran yang dikembangkan oleh Mitra Usaha dan bekerja berdasarkan komisi penjualan, bonus penjualan dan iuran keanggotaan yang wajar.
a)      ·Single Level Marketing (Pemasaran Satu Tingkat), maksudnya adalah : Metode pemasaran barang dan/atau jasa dari sistem Penjualan Langsung melalui program pemasaran berbentuk satu tingkat, dimana Mitra Usaha mendapatkan komisi penjualan dan bonus penjualan dari hasil penjualan barang dan/atau jasa yang dilakukannya sendiri.
b)      Multi Level Marketing (Pemasaran Multi Tingkat), maksudnya adalah : Metode pemasaran barang dan/atau jasa dari sistem Penjualan Langsung melalui program pemasaran berbentuk lebih dari satu tingkat, dimana mitra usaha mendapatkan komisi penjualan dan bonus penjualan dari hasil penjualan barang dan/atau jasa yang dilakukannya sendiri dan anggota jaringan di dalam kelompoknya.








BAB 111
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Pengelohan ubi menjadi donat ubi (donat telo) melalui beberapaproses yaitu proses pengukusan ubi, pengupasan, penumbukan, pembuatandonat, fermerntasi pertama,pembentukan bola-bola, fermentasi keduapencetakan donat, fermentasi ketiga penggorengan, pengolesan topping,dan pemasaran.Pemasaran donat ubi menjadi dua jalur,yaitu secara langsung dantidak langsung. Kegiatan pemasaran secara langsung berarti menjual produk langsung kepada konsumen, tanpa melalui jasa perantara.Sedangkan kegiatan pemasaran secara langsung yaitu produk tidak langsung dijual kepada konsumen, melainkan melalui jalur pengecerterlebih dahulu.Usaha donat ubi ini dapat dijadikan usaha alternatif bagimasyarakat, khususnya di daerah yang banyak terdapat ubi jalar. Pengaruhekonomis yang ditimbulkan adalah pengolahan ubi menjadi donat ubimemiliki keuntungan yang lebih tinggi dari pada pengolahan yang pada umumnya dilakukan.



B.SARAN 
Perbaharui dan perbaiki kualitas dari donat telo buatan yang saya buat.Untuk mengetahui kualitas rasa dari donat telo, saya dapat membagi sampel kepada teman atau saudara tedekat untuk memperoleh reaksimereka terhadap produk saya. Setelah itu saya perbaiki agar sesuai dengankeinginan mereka.2.

Perlu dipikirkan juga outlet penjualan, apakah saya berencana membukatoko atau bekerjasama dengan pihak lain.

DAFTAR PUSTAKA
apli-blog.blogspot.com/2007/12/pengertian-direct-selling.html
http://www.scribd.com/doc/91949402/proposal-kewirausahaan-donat-telo
blogspot.com/2010/10/tugas-makalah-pemasaran-vs-penjualan.html

Selasa, 05 April 2016

Proposal Usaha " Roti Bakar"

PROPOSAL USAHA BISNIS "ROTI BAKAR"

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dengan perkembangan zaman dan teknologi maka orang sekarang mulai berhati-hati dalam memilih dan membeli makanan, karna pada masa kini banyak makanan yang dibuat dengan menggunakan bahan kimia yang berbahaya. Sebagian masyarakat kelas bawah, memilih makanan hanya berpedoman pada rasanya yang enak dan murah. Dua hal inilah yang menjadi prioritas utama mereka dalam membeli makanan. Mereka tidak begitu memikirkan kandungan yang terdapat dalam makanan tersebut. Untuk itulah kami bermaksud untuk membuat makanan yang memiliki rasa yang enak dengan harga yang cukup murah dan aman untuk dikonsumsi karna tidak menggunakan bahan kimia yang berbahaya, serta memiliki kandungan gizi yang cukup.
Dari uraian diatas maka sangat potensial bila kami mengembangkan usaha roti bakar ini, karna sebagian dari masyarakat sangat menyukai roti bakar karna rasanya yang enak, gurih dan nikmat. Roti bakar ini memiliki beraneka ragam rasa, sehingga konsumen dapat memilih rasa yang sesuai dengan kesukaan mereka. Selain itu, roti bakar ini dapat dinikmati oleh semua umur. Jadi, siapapun bisa untuk mengkonsumsi roti bakar ini baik orang yang sudah tua maupun orang muda. Roti bakar ini dapat dinikmati dalam kondisi apapun, baik malam hari maupun pagi hari. Roti ini akan lebih enak apabila dimakan sambil minum kopi ataupun teh, terlebih ketika cuaca terasa dingin maka roti bakar sangat cocok sebagai makanan penghangat tubuh.
Dengan alasan dan landasan tersebut kami berniat untuk merintis usaha roti bakar, dan usaha kami tersebut kami beri nama atas kesepakatan bersama, yaitu: ROTI BAKAR MURIA. Dengan harapan pelanggan akan tertarik untuk datang dan membeli roti bakar kami dengan perasaan cinta kasih akan kenikmatan rasa ROTI BAKAR MURIA.
1. Manfaat Usaha
a. Manfaat Ekonomi
Usaha roti bakar ini cukup menjanjikan, karna keuntungan yang didapat cukup besar. Kami menawarkan dan memberikan kemudahan bagi pelanggan dengan memberikan harga yang murah tapi dengan produk yang tidak murahan dengan kata lain kualitas produk selalu dijaga dan dijamin kesehatannya. Dengan usaha ini diharapkan dapat memberikan keuntungan.
b. Manfaat Sosial
1) Bagi Pemilik
Dengan melihat peluang ini, diharapkan usaha ini dapat berkembang ke berbagai daerah bahkan ke luar negeri. Usaha roti bakar ini cukup menjanjikan bagi kita, karna masih banyak daerah-daerah di Indonesia yang belum menikmati enaknya roti bakar ini, sehingga kita dapat memasarkannya ke daerah tersebut. Keuntungan yang dapat diperoleh oleh pemilik usaha yaitu dapat menjadikan sebagai pengalaman dalam berbisnis. Serta dapat menjadi pembelajaran dalam menjalankan bisnis-bisnis yang lain yang lebih besar. Pembelajaran yang diperoleh seperti bagaimana cara melayani konsumen, serta bagaimana supaya karyawan menjadi senang dengan kebijakan yang kita tetapkan, dan lain sebagainya.
2) Bagi Masyarakat
Dengan adanya roti bakar ini, dapat menjadi alternative bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan makanan mereka. Selain itu juga secara tidak langsung dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, karna apabila usaha ini telah berkembang maka membutuhkan tenaga kerja untuk membantu dalam kelancaran usaha.
2. Rumusan Masalah
a) Bagaimana tips untuk membuka usaha roti bakar yang baik dan benar serta tidak merugi.
b) Bagaimana cara mengantisipasi persaingan usaha bisnis yang semakin ketat saat ini.
c) Bagaimana caranya agar kita bisa meraih kesuksesan dalam berbisnis roti bakar.
3. Profil Organisasi
Nama Usaha: Roti Bakar MURIA
Jenis Usaha: Kuliner
Alamat: Jalan Raya MAYONG , JEPARA
Pemilik: H. ARWANI
4. Visi, misi dan tujuan
a. Visi
Menciptakan sebuah usaha yang unggul dengan kualitas yang terbaik.
b. Misi
• Memberikan kualitas yang terbaik.
• Memberikan pelayanan yang terbaik
c. Tujuan Usaha
• Memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.
• Menambah pengalaman dan ilmu pengetahuan kewirausahaan dalam melakukan kegiatan usaha.
• Mewujudkan kemampuan dan kemantapan dalam berwirausahaan untuk meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
• Membudayakan semangat, sikap, prilaku dan kemampuan kewirausahaan di kalangan mahasiswa dan masyarakat yang mampu di andalkan dan terdepan dalam berwirausaha
5. Produk
Produk yang kami tawarkan dalam usaha ini kepada konsumen memiliki berbagai macam rasa yang dimiliki, seperti :
a) Coklat
b) Kacang
c) Keju
d) Strowberry
e) Nanas
f) Blueberry
g) Srikaya
Dengan memiliki berbagai macam rasa tersebut maka masyarakat dapat memilih rasa yang mereka inginkan sesuai dengan keinginan mereka masing-masing. Produk yang kami berikan tidak menggunakan campuran bahan kimia yang berbahaya seperti pormalin, wantek, dll, sehingga baik untuk dikonsumsi oleh konsumen dan tidak merusak kesehatan.
B. Analisis SWOT
Adapun analisis SWOT terhadap bisnis ini adalah sebagai berikut:
1. Faktor internal.
a . Strengths (Kekuatan)
• Penyajian dari roti bakar ini sangatlah sederhana tanpa memerlukan banyak waktu dalam penyajiannya.
• Harga dari roti bakar ini cukup murah, sehingga dapat terjangkau oleh semua kalangan masyarakat/konsumen.
• Roti bakar khas bandung yang kami sajikan ini memiliki rasa yang lebih nikmat dan gurih, karna kualitas dan kebersihannya selalu kami utamakan.
• Karna roti bakar ini mempunyai banyak rasa, sehingga konsumen dapat memilih rasa yang sesuai dengan selera mereka masing-masing.
• Perlengkapannya mudah di dapatkan.
b. Weakness (Kelemahan)
• Faktor tempat juga sangat mempengaruhi kelancaran usaha ini, karna apabila tempatnya kurang ramai maka permintaan akan sedikit.
• Permintaan dari konsumen biasanya akan menurun, jika keaadaan cuaca sedang buruk.
• Faktor kenaikann dari harga sembako juga dapat mengurangi permintaan dari konsumen.
2. Faktor eksternal
a. Opportunities (Peluang / kesempatan)
• Melihat banyaknya masyarakat yang membutuhkan makanan terutama pada malam hari, sehingga roti bakar bisa menjadi alternatif sebagai makanan pengganti makanan pokok/cemilan.
• Sebagian besar penjual roti bakar yang ada hanya menawarkan rasa yang umum seperti rasa coklat, kacang, keju, srikaya, strawberry, blueberry dan nanas, maka saya bermaksud untuk memberikan rasa yang baru yaitu rasa Durian. Dengan rasa tersebut masyarakat yang mempunyai suka mengkonsumsi durian tidak perlu menunggu musim durian tiba, sehingga cukup membeli roti bakar dengan rasa durian.
• Karna roti bakar ini bisa dinikmati oleh semua usia dari yang muda sampai yang tua, maka pasar sasarannya mencakup semua kalangan masyarakat.
b. Threats (Ancaman)
Melihat dari bnyaknya permintaan masyarakat dalam mengkonsumsi makanan makanan terutama roti bakar ini, maka persaingan dalam menjalankan usaha ini pun cukup banyak. Dan apabila pelayanan dan kualitas yang kita berikan kepada konsumen kurang memuaskan, maka konsumenpun akan merasa kecewa, sehingga usaha ini akan terancam bangkrut. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka kami dalam menjalankan usaha ini akan selalu memberikan pelayanan dan kualitas produk yang terbaik kepada semua konsumen kami. Kualitas produk yang baik dan pelayanan yang terbaik menjadi prioritas utama kami dalam menjalankan usaha ini.
C. Rencana Usaha
Adapun rencana usaha yang akan dijalankan dalam usaha ini ialah sebagai berikut:
1. Rencana Jangka Pendek
Usaha bisnis roti bakar yang kami rintis ini bertujuan untuk menambah pengalaman kerja didalam usaha bisnis bagi kalangan sesama mahasiswa maupun bagi umum, selain dapat meningkatkan kreativitas, juga dapat dijadikan suatu usaha yang menjanjikan untuk kehidupan masa depan dan biaya kuliah.
2. Rencana Jangka Menengah
Usaha yang kami rintis ini pastinya akan kami kembangkan demi mewujudkan impian kami bersama, yaitu ingin menjadi seorang pengusaha muda yang sukses, strategi pasar dan pemasaran menjadi kunci awal untuk keberlanjutan usaha kami kedepannya. Pelanggan ialah raja, maka dari itu kepuasan pelanggan menjadi yang utama dari segalanya, karena tanpa pelanggan belum tentu usaha ini akan bertahan lama. Tidak lupa pula kami rajin melakukan promosi usaha kami, baik dari mulut ke mulut, iklan radio, media online, dan media yang lainnya.
3. Rencana Jangka Panjang
Setelah berhasil mendapatkan pelanggan, kami akan lebih meningkatkan mutu dan kualitas dari usaha kami ini, tidak lupa pula kami membangun jaringan dengan pabrik roti maupun toko roti agar kami dapat dengan mudah untuk mendapatkan bahan baku agar usaha ini tidak mengalami kendala apapun dalam penyediaan bahan baku.
D. Analisis Pasar dan Pemasaran
Analisis Pasar dan Pemasaran usaha roti bakar kelompok kami yaitu:
1. Target Pasar
Usaha ini berlokasi di tempat-tempat yang strategis dan di pinggir-pinggir jalan utama, seperti jalan Godean, jalan Magelang, Malioboro, Alun-alun dan tempat keramaian lainnya. Tempat-tempat lokasi tersebut yang banyak di lewati oleh masyarakat, baik masyarakat lokal maupun non lokal sehingga usaha kami ini mudah untuk dikenal oleh masyarakat. Yang menjadi target pasar kami yaitu masyarakat sekitar dan masyarakat pengguna jalan tempat usaha kami berdiri.
2. Pesaing
Terdapat banyak pesaing dari usaha ini, akan tetapi di sinilah kreatifitas kita bagaimana cara kita menarik konsumen agar dapat membeli produk kita tanpa membuat pesaing kita merasa tidak senang dengan tindakan kita. Namun kekeluargaan harus tetap selalu terjaga antara pesaing dan menciptakan persaingan yang sehat tanpa menjatuhkan pesaing. Dengan cara mentaati peraturan dan undang-undang pasar yang telah di tetapkan.
3. Sasaran Pembeli
Dalam menjalankan usaha ini sasaran pembeli kami yaitu mencakup semua kalangan masyarakat, baik kalangan bawah, kalangan menengah dan kalangan atas. Dari semua kalangan tersebut sebagian besar mampu untuk membeli produk yang kami tawarkan, karna harga yang kami berikanpun cukup terjangkau untuk semua kalangan. Harga yang kami berikan yaitu mulai dari Rp10.000 sampai dengan Rp15.000.
E. Strategi Pemasaran
Adapun strategi pemasaran yang dapat kami lakukan adalah:
1. Dari mulut ke mulut
Promosi ini merupakan promosi yang paling sederhana, serta tidak memerlukan banyak biaya untuk melakukan promosi ini. Cukup dengan bercerita dengan teman-teman kita atau keluarga untuk mempromosikan usaha kita, sehingga secara tidak langsung semua konsumen/masyarakat akan mengetahui usaha kita. Dan apabila usaha kita sudah diketahui dan disukai, maka konsumen tersebut akan memberitahukan kepada orang lain untuk membeli roti bakar di tempat kita.
2. Dengan media Internet
Selain promosi dari mulut ke mulut, maka promosi juga dapat dilakukan dengan menggunakan media internet, seperti dapat melalui facebook, twitter, blog,dll. Karna sebagian besar masyarakat telah menggunakan media internet, sehingga masyarakat dapat mengetahui usaha kita,
3. Pengembangan Pasar
Selain melakukan berbagai strategi pemasaran produk seperti diatas, kami juga mempromisikan usaha kami ini dengan cara menambah pasar baru untuk memperluas jangkauan yang sudah dimiliki. Dalam hal ini, dapat dengan memperluas usaha roti bakar ini ke daerah-daerah lain, dengan harapan usaha ini akan lebih dikenal oleh masyarakat dan juga dapat menambahkan pendapatan serta dapat mengurangi tingkat pengangguran dengan memperkerjakan karyawan yang baru.
4. Pengembangan Produk
Pengembangan produk dari usaha ini dapat menambahkan rasa yang mungkin tidak ada di pesaing lain, seperti rasa durian dengan harga yang terjangkau, yang memberikan nilai lebih dimata para konsumen. Sehingga jangkauan pasar mililiki semakin luas, dan tingkat loyalitas konsumen pun setiap harinya kian meningkat. Kami juga menerima pemesanan pada acara-acara arisan, ulang tahun, dan juga acara resmi lainnya.
5. Langkah-langkah promisi
Untuk menarik minat konsumen agar membeli produk yang kami tawarkan kami mempunyai cara-cara tertentu, adapun cara tersebut yaitu:
• Pada malam minggu kami akan memberikan potongan harga kepada konsumen yang membeli roti dengan harga diatas Rp10.000, maka akan kami berikan diskon sebesar 10%.
• Apabila konsumen membeli roti bakar diatas 4 bungkus, maka kami akan menetapkan semua harga yang mereka pesan dengan harga yang paling rendah yaitu Rp10.000,-
• Selain itu, apabila konsumen membeli roti bakar diatas 8 bungkus, maka kami akan menetapkan semua harga yang mereka pesan dengan harga yang paling rendah yaitu Rp10.000,- dan memberikan gratis satu bungkus roti bakar.
F. Analisis Operasional
Adapun rencana produksi yang dijalankan ialah sebagai berikut:
1. Desain produk
Desain produk yang diusahakan ialah kami membuatnya dengan semenarik mungkin agar pelanggan tidak bosan dengan tampilan roti bakar yang itu-itu saja.
2. Tempat usaha
Tempat usaha yang kami rintis ialah dipinggir jalan-jalan utama yang ramai dilalui orang, agar konsumen dapat dengan mudah mengakses tempat usaha kami, selain itu di alun-alun juga memungkinkan kami untuk membuka usaha roti bakar ini.
3. Pengawasan kualitas
Dalam mengontrol kualitas produk dari usaha kami ini agar dapat dikonsumsi oleh konsumen dengan baik dan aman, maka kami melakukan pengecekan setiap hari terhadap kualitas maupun kuantita dari roti-roti yang ada. Agar para konsumen tidak mendapatkan produk yang tak layak jual dan makan.
4. Marketing atau promosi
a. Analisis aspek SDM
Untuk mendukung kelangsungan usaha ini dibutuhkan beberapa elemen Sumber Daya Manusia (SDM) yang terkait didalamnya. Adapun Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlibat dalam kelangsungan usaha ini, yaitu:
1) Distributor
Agar usaha ini dapat bertahan dan berjalan dengan baik, maka kami melakukan kerjasama dengan distributor-distributor roti bakar lainnya, sehingga bahan-bahan dari roti bakar ini mudah didapatkan. Distributor yang kami maksud merupakan orang yang memasok barang-barang yang kami butuhkan seperti pabrik roti maupun toko roti yang menjual segala bahan yang kami butuhkan.
2) Tenaga Kerja
Dalam bisnis jualan roti bakar ini kita tidak memerlukan sumber daya manusia yang ahli dan skill yang khusus seperti sarjana dll, akan tetapi yang diperlukan adalah orang yang mau bekerja secara tekun / telaten, sabar, kerja keras dan tidak gengsi karena ini merupakan pekerjaan remeh menurut pandangan masyarakat tertentu.
3) Masyarakat Sekitar
Selain SDM dari distributor dan tenaga kerja selanjutnya masyarakat juga berperan penting dalam kelancaran usaha ini, karna kita juga harus memiliki hubungan baik dengan masyarakat setempat, karna apabila kita tidak mempunyai hubunga baik maka bisa saja usaha kita tidak disenangi sehingga dapat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sehingga disinilah kita sebagai wirausaha harus mempunyai sikap yang baik dan jujur terhadap siapa saja.
b. Analisis aspek finansial
1. Harga
Adapun produk yang kami tawarkan memiliki harga yang bervariasi tergantung dari rasa yang diinginkan oleh konsumen, karna macam-macam dari rasa tersebut tidak sama. Adapun daftar harga yang kami tetapkan adalah sebagai berikut:
1 Nanas + Strawbery Rp. 10.000
2 Nanas + Nanas Rp. 10.000
3 Strawbery + Strawbery Rp. 10.000
4 Kacang + Kacang Rp. 12.000
5 Kacang + Strawbery Rp. 10.000
6 Kacang + Nanas Rp. 10.000
7 Kacang + Blueberry Rp. 10.000
8 Coklat + Coklat Rp. 12.000
9 Coklat + Strawbery Rp. 10.000
10 Coklat + Nanas Rp. 10.000
11 Coklat + Kacang Rp. 12.000
12 Blueberry + Strawbery Rp. 10.000
13 Blueberry + Nanas Rp. 10.000
14 Blueberry + Blueberry Rp. 10.000
15 Blueberry + Coklat Rp. 11.000
16 Srikaya + Srikaya Rp. 12.000
17 Srikaya + Strawbery Rp. 10.000
18 Srikaya + Blueberry Rp. 10.000
19 Srikaya + Nanas Rp. 10.000
20 Srikaya + Kacang Rp. 12.000
21 Srikaya + Coklat Rp. 12.000
22 Keju + Coklat Rp. 12.000
23 Keju + Kacang Rp. 10.000
24 Keju + Strawbery Rp. 10.000
25 Keju + Nanas Rp. 10.000
26 Keju + Blueberry Rp. 10.000
27 Keju + Srikaya Rp. 12.000
28 Keju + Keju Rp. 12.000
29 Komplit Rp. 15.000

c. Modal awal
Nomor
Nama Barang
Harga
Jumlah
Keterangan
1. Grobak Rp 3.200.000 1
Dapat di gunakan dalam jangka waktu yang panjang.
2. Kompor Rp 250.000 1
3. Tabung Gas 3 kg Rp 170.000 1
4. Besi Panggangan Rp 300.000 1
5. Alat Pembakar Rp 50.000 2
6. Alat Pemotong Rp 82.000 2
7. Top Les Rp 100.000 7
8. Lap Tangan Rp 30.000 3
9. Kotak Sampah dan Ember Rp 30.000 2
10. Bola Lampu Rp 100.000 3
11. Kabel Rp 50.000 1
12. Saklar lampu Rp 40.000 1
13. Merek Usaha/banner Rp 100.000 2 m
14. Roti Rp 60.000 20 Bungkus
Dalam jangka pendek (Maksimal 5 hari)
15. Rasa-Rasa
1. Nanas
2. Keju
3. Strowberry
4. Blueberry
5. Kacang
6. Coklat
7. Srikaya
8. Margarin
9. Susu
Rp 12.000
Rp 18.000
Rp 12.000
Rp 15.000
Rp 20.000
Rp 16.000
Rp 20.000
Rp 16.000
Rp 9.000
1 kg
1 kotak
1 kg
1 kg
1 kg
1 kg
1 Bungkus
1 kg
1 Kaleng
TOTAL UNTUK MODAL AWAL
Rp 4.700.000
G. Metode Pelaksanaan Program
1. Metode pengumpulan data
Metode pengumpulan yang dilakukan ialah dengan mencatat segala jenis aktifitas dan kendala-kendala apa saja yang dapat menghambat kelancaran usaha roti bakar ini. Kritik dan saran dari pelanggan akan sangat mendukung kemajuan usaha ini.
2. Survei bahan baku
Bahan baku sangat penting dalam usaha roti bakar, karena tanpa tersedianya bahan baku, sudah pasti usaha ini tidak akan berjalan lancar, salah satu faktor yang mendukung usaha roti bakar ini ialah bahan baku, maka dari itu kami membagi tugas untuk survei dan menjalin kerja sama dengan salah satu pabrik roti maupun toko roti yang menjual bahan baku tersebut.
3. Pembuatan bahan baku.
Pada pembuatan roti, fermentasi berfungsi menambah cita rasa, mengembangkan adonan roti dan membuat roti berpori. Hal ini disebabkan oleh gas CO2 yang merupakan hasil fermentasi. Roti yang dibuat menggunakan ragi memerlukan waktu fermentasi sebelum dilakukan pemanggangan. Pembuat roti harus menyimpan adonan di tempat yang hangat dan agak lembab. Keadaan lingkungan tersebut dapat memungkinkan ragi untuk berkembang biak, memproduksi karbon dioksida secara terus menerus selama proses fermentasi.
4. Kandungan mikrobia dalam bahan baku.
5. Pengemasan bahan baku
Bahan baku yang kami terima dikemas dengan menggunakan palstik tipis dan dipres, berhubung bahan baku yang kami pesan dalam jumlah yang banyak, pengemasan dimasukkan kedalam kardus.
6. Sosialisasi kepada masyarakat
Percobaan demi percobaan kami lakukan demi mendapatkan cita rasa yang sesui dengan lidah konsumen dan berbeda dari roti bakar lainnya, untuk tahap awal kami memberi secara cuma-cuma kepada tetangga sekitar dan pelanggan 5 orang pertama. Setelah mendapat respon yang bagus baru kami berani mengembangkan usaha roti bakar ini, tidak lupa pula kami menjelaskan kepada konsumen tentang kandungan gizi dan manfaat roti bagi tubuh manusia melalui selebaran yang kami tempel dan diletakkan didekat meja maupun gerobak dagangan.
7. Penjualan atau pemasaran produk
Penjualan dilakukan setelah selesai segala aktifitas kuliah, bisanya dilakukan dari sore hingga malam hari, tergantung dari bahan baku yang kami punya setiap malamnya. Kami juga menerima pesanan dalam jumlah kecil, berhubung modal kami terbatas, maka kami tidak berani menerima pesanan dalam jumlah yang banyak.
8. Pembagian hasil kerja
Usaha Roti Bakar Cinta (RBC) merupakan usaha bersama yang kami rintis yang menggunakan modal awal dengan cara patungan, maka dari itu keuntungan juga kami bagi rata.

H. PENUTUP
Demikianlah proposal bisnis ini kami buat. Semoga proposal ini dapat diterima dan dapat bermanfaat bagi kita semua. Tidak lupa kami mengucap syukur kepada Tuhan YME karena atas segala Rahmat dan Hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan proposal bisnis kami. Dan tidak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu dalam pembuatan proposal ini.
Semoga proposal ini dapat diterima oleh semua pihak karena proposal ini merupakan tahap awal kami dalam memulai usaha roti bakar ini. Dengan selesainya proposal bisnis ini, kami berharap dapat segera mewujudkan usaha bisnis yang telah kami rencanakan ini.
Segala saran dan kritik yang membangun sangatlah kami harapkan dari semua pihak, karena kami menyadari bahwa proposal kami masih jauh dari kata sempurna. Saran dan kritik tersebut semoga saja dapat menjadi acuan atau pelajaran bagi kami semua untuk dapat menjadi lebih baik lagi dihari esok. Atas segala waktu dan perhatiannya kami mengucapkan terima kasih.

kesimpulan.
Proposal di atas adalah sebuah proposal yang sangat baik, mengapa demikian karena isi proposal di atas sangat lengkap menjabarkan kegiatan usaha yang di jalankannya. Proposal ini juga bisa dapat meyakinkan para investor untuk menanamkan modalnya disini. 
 
referensi : https://www.facebook.com/permalink.php?id=224366914392610&story_fbid=235940723235229  

Rabu, 16 Maret 2016

IDE WIRAUSAHA

EVRIZ SOUVENIR and CRAFT
Dengan kerja kerasnya, modal kurang dari 100 ribu bisa mengekspor hingga ke mancanegara.
Nama : Rizki Auliadi
Tempat dan Tanggal Lahir : Bogor , 27 Januari 1988
Alamat KTP : Jl Perintis Kemerdekaan belakang No 20B RT 04 RW 03 Kebon kelapa bogor
Memulai Usaha : Tahun 2007
Nama Usaha : EVRIZ SOUVENIR and CRAFT
e-mail : rizkyauliadi@yahoo.com
EVRIZ Souvenir and Craft adalah sebuah UKM yang bergerak di bidang Souvenir, aksesoris, dan gift berbahan dasar Clay. Clay dalam arti sesungguhnya adalah tanah liat, namun selain terbuat dari tanah liat, clay juga ada yang terbuat dari bermacam-macam bahan tetapi adonannya memiliki sifat seperti clay. Evriz sudah berdiri sejak tahun 2007 dan sudah memproduksi jutaan souvenir dan aksesoris yang sudah dikirim ke berbagai daerah di indonesia temasuk ekspor ke mancanegara seperti Malaysia, Singapore , Brunei Darusalam, dan Hongkong. Tidak hanya memproduksi clay saja, Evriz juga rutin memberikan pelatihan-pelatihan mengenai kewirusahaan dan workshop membuat beraneka ragam kreasi clay.
Dari kerja kerasnya dan doa sang ibulah yang menjadikannya seorang pengusaha sukses. Berawal tahun 2007 selaku owner dari evriz clay Rizki Auliadi , Laki-laki yang akrab disapa Rizki ini bukan anak yang berasal dari keluarga berada. Ia hanya seorang lulusan SMA yang merasakan sulitnya mencari pekerjaan. “Saya berusaha mendapatkan pekerjaan kemana-mana dan berkali-kali ditolak,” terang Rizki sambil tersenyum. Rizki mengaku sempat depresi karena hal tersebut, hingga suatu hari ia tidak sengaja mendengar doa sang ibu. “Saya ingat betul ibu mendoakan saya sambil menangis,” kata Rizki, Semenjak itu Rizki bangkit dan berjanji akan membahagiakan ibu dan keluarganya kelak. Mimpi membahagiakan sang ibu dan keluarganya ia bahkan rela menjadi seorang pemulung.
Akhirnya ia mencoba berbagai pekerjaan kasar untuk memenuhi kebutuhan keluarga. “Saya sempat menjadi pemulung, pengamen, bahkan kuli bangunan,” ujar Rizki. Usaha-usaha tersebut nyatanya tidak berhasil. Kebutuhan Rizki dan keluarga tetap tidak terpenuhi.
Ini bahan baku unik dan aman untuk anak-anak. Suatu hari seorang kerabat memberikan buku yang berisi mengenai kerajinan tangan berbahan dasar clay (sejenis tanah liat). Rizki membaca buku itu dengan seksama, kemudian ia tergerak untuk mulai bereksperimen, membuat kerajinan tangan dari clay yang ia beli dari uang hasil penjualan kasur bekas. Tidak hanya sampai di situ, Rizki kemudian memasarkan hasil kreasi clay yang telah ia buat. Rizki menjelaskan dengan semangat, “Saya jual produk eksperimen itu di pinggir jalan dan ternyata laku.”
CLAY yang EVRIZ pakai ada 2 jenis:
1.Clay Local (Tepung Terigu)
Clay lokal terbuat dari tepung terigu yang di campur dengan lem putih (PVAC), natrium benzoat, dan tepung beras pada takaran tertentu.
2.Polymer Clay Import
Bahan polymer clay yang kita gunakan sudah bersetifikat oleh ACMI (Art & Creative Material institute ) yaitu badan internasional yang memberikan jaminan bahwa bahan yang di gunakan aman dari racun dan aman dipakai oleh anak ana.
Dari Berjualan di pinggir jalan hingga mancanegara omset mencapai puluhan juta rupiah. Respon yang baik dari masyarakat sekitar memacu Rizki kembali memutar otak untuk menemukan solusi guna memperluas pasar. Akhirnya ia memutuskan untuk memasarkan produk melalui media sosial karena dinilai sedang trend di kalangan anak muda, target pasar utamanya. Saat ini Evriz Clay sudah memproduksi jutaan souvenir dan aksesoris yang sudah dikirim ke berbagai daerah di indonesia termasuk ekspor ke mancanegara seperti Malaysia, Singapore , Brunei Darusalam, dan Hongkong. Saat ini, selain mengelola Evriz Souvenir and Craft. Dari ide untuk mencoba membuat clay rizki hanya mengeluarkan modal berkisar hanya kurang dari Rp. 100.000 rupiah, Hingga omset saat ini sudah mencapai puluhan juta rupiah. Rizki juga aktif memberikan pelatihan, baik dari segi kreativitas, maupun promosi produk. Ia aktif tercatat sebagai seorang trainer di sebuah komunitas UKM, Kampung Wisata Bisnis Tegal Waru.
Menurutnya kesuksesan berhasil ketika diri kita menjadikan orang lain menjadi lebih baik. Kesuksesan yang ia raih saat ini tidak membuat Rizki melupakan masa-masa sulit yang sebelumnya ia alami. Bercermin dari masa lalunya, Rizki kini mempekerjakan anak-anak muda berlatar pendidikan rendah, yang sehari-hari berprofesi sebagai pengamen, untuk mendukung proses produksi di toko offline-nya yang terletak di bilangan Bogor.
Sukses menurut Rizki adalah ketika dirinya berhasil membawa dampak bagi lingkungan sekitar. “Kesuksesan adalah saat dimana kita mampu dan mau mengabdi kepada sekitar, membuat orang-orang yang ada di sekitar kita menjadi lebih baik,” ujar Rizki dengan lantang.
Saat ini, selain mengelola Evriz Souvenir and Craft, Rizki juga aktif memberikan pelatihan, baik dari segi kreativitas, maupun promosi produk. Ia aktif tercatat sebagai seorang trainer di sebuah komunitas UKM, Kampung Wisata Bisnis Tegal Waru. Adalah sebuah kepuasan tersendiri bagi Rizki jika kegiatan berbisnis juga diimbangi dengan kegiatan berbagi. “Jika bekerja hanya ditujukan untuk mengejar materi, kita tidak akan pernah merasa puas, maka sebaiknya kita tidak lupa mendedikasikan diri kepada sekitar,” tutup Rizki.
kesimpulan :
Menurut saya tulisan diblog andikamahriadi2013.wordpress.com tentang wirausahawan muda Rizki Auliadi adalah sesuatu yang patut di apresiasi dan dapat diimplementasikan pada setiap jenis usaha baru dengan kegigihan yang dilakukannya. dengan bahan baku yang cukup mudah ditemukan dan menghemat modal. dan dia juga tidak pelit dengan apa yang tau tentang kegiatan usahanya.

https://andikamahriadi2013.wordpress.com/2015/04/

Minggu, 03 Januari 2016

softskill soal nomer 2

Nama Kelompok :

  1. Bagus N.I
  2. kartika D
  3. konelia G
  4. Mita A
  5. Nur Hamzah
  6. Fitri N

Soal 

1. Pada saat mendaftar menjadi anggota perpustakaan, data anggota yang dicatat adalah nama,nomor mahasiswa dan alamat mahasiswa,setelah itu anggota baru bisa meminjam buku di perpustakaan tsb. Buku-buku yang dimiliki perpustakaan banyak sekali jumlahnya. Tiap buku memiliki data nomor buku, judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, kemudian ada ketentuan dimana Seorang mahasiswa boleh meminjam beberapa buku. Satu buku boleh dipinjam beberapa mahasiswa. Setiap peminjaman akan dicatat tanggal peminjamannya. Semua mahasiswa disiplin mengembalikan buku tepat satu minggu setelah peminjaman

Tentukan entitas, atribut dan relasi dari deskripsi di atas, dengan menggambar ERDnya dan tunjukkan Cardinality Ratio Constraint-nya.   

Jawaban:

Entitas : Mahasiswa, KAP (Kartu Anggota Perpustakaan), Buku
Atribut : Nama, No.Mahasiswa, Alamat Mahasiswa, No.Buku, Judul, Pengarang, Penerbit dan Tahun Terbit.
Relasi : Daftar dan Pinjam

Gambar ERD


Cardinality Ratio Constraint
  • M : N

Soal Nomor 2
  • Seperti soal nomor 1, namun ada beberapa tambahan penjelasan seperti berikut : Semua mahasiswa sangat perlu buku sehingga tidak ada yang tidak pernah meminjam ke perpustakaan. Mahasiswa kadang-kadang terlambat mengembalikan buku, sehingga dikenakan denda. Mahasiswa dianggap terlambat jika mengembalikan buku lebih lama dari 1 minggu.
  • Gambarkan ERDnya, dan tunjukkan Participation Constraint-nya
Jawaban : 
Gambarkan ERD :

 PARTICIPATION CONSTRAINT
Menjelaskan batasan keikut-sertaan dari suatu entity terhadap hubungannya dengan entity yang lainnya.
  • Total Participation : menyatakan instance dari suatu entity harus berhubungan dengan instance dari entity lainnya.
  • Partial Participation : menyatakan setiap instance dari suatu entity tidak harus berhubungan dengan instance dari entity lainnya.

Daftar Pustaka: