
Jika landasan dijadikan sebagai acuan, pesawat dikatakan telah bergerak terhadap landasan karena kedudukan pesawat terhadap landasan setiap waktu selalu berubah, yaitu semakin jauh dari landasan. Akan tetapi, jika pesawat dijadikan acuan terhadap pilot yang mengemudi- kannya, pilot dikatakan tidak bergerak karena kedudukan pilot terhadap pesawat yang dikemudikan setiap waktu tidak berubah. Titik-titik yang dilalui pesawat disebut lintasan. Lintasan pesawat sering terlihat dari asap yang ditinggalkannya.
Jadi, jika suatu benda berubah kedudukannya dalam selang waktu tertentu terhadap titik acuan, benda tersebut dikatakan sedang bergerak. Suatu benda disebut bergerak lurus jika lintasannya berupa garis lurus. Ilmu yang mempelajari gerak tanpa memerhatikan penyebabnya disebut kinematika, sedangkan ilmu yang mempelajari gerak dengan memperhatikan atau melibatkan gaya sebagai penyebab benda berpindah disebut dinamika.
Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh oleh suatu benda dalam selang waktu tertentu. Dalam ilmu Fisika, jarak dan panjang lintasan memiliki pengertian yang sama. Panjang lintasan dan jarak keduanya merupakan besaran skalar, yaitu besaran yang hanya memiliki besar saja. Sebagai contoh, Anda berangkat dari rumah ke sekolah. Pada lintasan yang sama, jarak yang ditempuh dari rumah ke sekolah ketika Anda berangkat adalah sama dengan jarak yang ditempuh dari sekolah ke rumah ketika Anda pulang. Oleh karena jarak tidak memiliki arah, jarak selalu bernilai positif. Dalam hal ini, jarak termasuk besaran skalar.
Perpindahan adalah perubahan kedudukan suatu benda setelah bergerak selama selang waktu tertentu. Perpindahan merupakan besaran vektor sehingga selain memiliki besar juga memiliki arah. Oleh karena itu, perpindahan dapat berharga positif atau negatif.
Contoh soal
Perhatikan gambar dibawah ini!
Seseorang berjalan dari titik A menuju titik B. Kemudian, ia kembali ke tempat semula, yaitu titik A. tentukan :
a. jarak (s) yang ditempuh orang itu;
b. perpindahan Δx orang tersebut.
Jawab:
a. s = AB + BA = 20 m + 20 m = 40 m
Jadi, jarak yang ditempuh orang tersebut adalah 40 m.
b. Δx = AB + BA
besarnya adalah
Δx = 20 m + (- 20 m) = 0 m
Jadi, orang tersebut tidak mengalami perpindahan posisi.
Sebuah bola tenis dari kedudukan awal di titik A menggelinding sepanjang lintasan hingga ke titik B yang berjarak 6 m, kemudian jatuh dari ketinggian 8 m sampai di titik C dan berhenti, seperti pada gambar berikut.
Tentukanlah:
a. jarak (s) yang ditempuh bola;
b. besar perpindahan bola.
Jawab: A B
a. s = AB + BC
= 6 m + 8 m
= 14 m
Jadi, jarak yang ditempuh bola sepanjang lintasan ABC adalah 14 m. Ax
b. Δx = AB + BC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar